Air Bengawan Solo Berwarna Kehitaman dan Berbau



APDESINEWS.COM - Kondisi Air bengawan solo saat ini kian kotor. Seperti yang terlihat di  aliran sungai Kracakan Desa Ngloram terlihat coklat kehitaman pada Selasa (10/9/2019. Tak hanya itu Saat air dicium juga baunya sangat menyegat.

Kondisi seperti ini menurut Lagiono salah satu pemilik ojek prahu setempat mengatakan, kondisi air keruh ini sudah 4 hari terakhir. Tapi saat itu kondisi air belum seperti ini. ''Ini paling parah,'' ujarnya sambil memperlihatkan kondisi air bengawan yang terlihat kehitaman.

Dia menduga kondisi air seperti ini, disebabkan limbah pabrik tebu yang berada di Ngawi. Sebab 4 hari lalu dia mendapatkan kabar dari Ngawi jika sudah mulai pladu disebabkan limbah. Sehingga banyak orang ngawi datang ke Cepu untuk mencari ikan. ''Yang datang satu truk,'' imbuhnya.

Lalu saat disinggung bagaimana kondisi ikan di bengawan itu. Menurutnya tidak masalah. Meski air berwarna kehitaman itu masih banyak pemancing dan pencari ikan. ''Tidak apa-apa mas kalau dimakan, cuma memang rasa ikannya berbeda dengan ikan saat airnya jernih,'' ungkapnya.

Berbeda yang disampaikan oleh Sarmi, pedagang di lokasi Kracakan. Menurutnya warna kehitaman itu sudah mulai sejak Minggu (8/9) memang kemarin paling parah. Sebelumnya, air di bengawan itu sangat jenih.

Menurutnya warna kehitaman itu bukan disebabkan karena pabrik tebu. ''Kalau warnanya seperti ini limbah batik,'' jelasnya.
Sama halnya yang disampaikan Legiono, bahwa ikan dari bengawan ini masih banyak dikonsumsi. Hanya saja saat proses mencari ikan itu pencari ikan kesulitan. Sebab tertutup warna air itu. ''Makanya ini ikan wader buat krispi (jajanan, red) berkurang,'' ujarnya lagi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Dewi Tedjowati mengatakan, terkait kondisi air bengawan solo baru hari ini (10/9) dirapatkan. Dengan bagian lap dan kerusakan lingkungan.
''Karena sayakan tidak tau masalah kimia,'' jelasnya.

Kemarin, dia memastikan tim DLH sudah ada yang ke Cepu. ''Yang jelas saya akan melakukannyang terbaik untuk Blora,'' imbuhnya.

Lalu terkait ikan di bengawan solo, pihaknya belum bisa memastikan. Tapi yang pasti jika airnya yang tercemar maka zat-zatnya masih tersimpan di dalam ikan. ''Termasuk tumbuhan itu juga bisa tercemar zat dari air,'' imbuhnya.

Untuk itu menurutnya warga untuk berhati-hati mengkonsumi ikan dari bengawan. Sebab saat ini DLH masih berupaya untuk mengetahui kandungan yang ada dalam air tersebut.

Sementara itu, Direktur PDAM Blora Yan Ria Pramono mengatakan, kemarin PDAM masih mengalirkan ke pelanggannya. Karena meski kondisi air di kracakan sangat kotor. Tapi limbah itu belum sampai di pipa instalasi.
''Besok (hari ini, Red) mungkin sudah sampai pipa milik PDAM,'' imbuhnya.

Saat limbah itu sudah sampai ke pipa. Maka pihak PDAM akan menghentikan pelayanan. ''Kalau sudah seperti itu pakai cara apapun sudah tidak bisa, terpaksa dihentikan pelayanan,'' imbuhnya.

Padahal lanjutnya, produksi PDAM saat ini mengandalkan bengawan solo ada sekitar lebih kurang 12.000 pelanggan. Meliputi Cepu, Sambong, Jiken, Jepon dan Blora.
''Kita doakan semoga pihak yang tidak bertanggungjawab semoga sadar akan kelestarian air di lingkungan sungai bengawan solo,'' harapnya. (Ag/Mfd)

Related

Peristiwa 8586007123985707365

Posting Komentar

emo-but-icon

Advertorial

Iden

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item